Contact Us

Contact 1

Contact 2

Contact 3

Contact Person :

Daru Purnomo 022-91167715 085223111947 089655141234 YM& FB : daru_poernomo@yahoo.com

Blog Archive

Powered by Blogger.

Apakah Situs Ini Bermanfaat bagi anda?

Tuesday, 5 June 2012

Perbedaan Propolis Murni Dengan Propolis Yang Masih Tercampur BEEWAX

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, warna propolis murni sangat bervariasi, tergantung dari jenis bunga atau tanaman yang dimakan oleh para lebah madu. Warna propolis murni yang telah disterilisasikan (murni) cenderung berwarna coklat tua keemasan, hijau, hitam, merah dan putih susu (broken white). Bagaimana dengan propolis yang MASIH mengandung beewax? Warnanya hampir sama seperti putih susu, tetapi jika kita menggunakan wadah yang sama secara berkala, propolis yang masih mengandung beewax akan menimbulkan noda kekuning-kuningan sama halnya seperti noda yang tertinggal pada wadah yang digunakan untuk mengkonsumsi teh lokal. Sementara propolis murni tidak akan meninggalkan noda sama sekali pada wadah yang digunakan secara berturut-turut tersebut.
Beewax atau lilin lebah merupakan enzim yang dikeluarkan oleh lebah betina, ketika lebah menanaman madu, mereka akan memotong dan membuat lapisan wax yang menutup wadah penempatan madu. Sebelum madu disimpan ditempatnya, lebah melapisi tempat tersebut dengan propolis dan beewax, kedua enzim tersebut berfungsi sebagai pelindung dan perekat sarang. Warna beewax bervariasi tergantung jenis bunga yang dimakan oleh para lebah. Ada yang berwarna putih susu, kuning bening bahkan coklat kehitaman (brownish). Perbandingan antara kandungan beewax dengan propolis hanya berbanding tipis. Dalam setiap 7 mililiter propolis terdapat 4 mililiter beewax. Setelah melalui proses sterilisasi, maka pada setiap 7 mililiter propolis hanya menjadi 3 militer propolis murni yang aman dikonsumsi bagi kesehatan tubuh kita.

Kandungan yang terkandung dalam beewax adalah sebagai berikut:
Hydrocarbons              14%
Monoesters                 35%
Diesters                       14%
Triesters                      3%
Hydroxy monoesters   4%
Hydorxy polyesters     8%
Acid esters                  1%
Acid polyesters            2%
Free acid                     12%
Free alcohol                1%
Unidentify object        6%

Untuk melihat perbandingan antara propolis yang masih mengandung beewax dan tidak, kita dapat memanaskan propolis dalam satu wadah dengan suhu 330 sampai dengan 360 C. Hasilnya adalah, propolis yang mengandung beewax akan berubah menjadi dua warna, satu berwarna bening satu lagi tetap warna awal propolis tersebut. Cairan berwarna benning itu  lah yang disebut beewax. Sementara untuk propolis murni, ketika dipanaskan dengan suhu yang sama akan menguap tanpa adanya pemisahan warna yang berbeda.
Beewax dapat direkayasa dengan  menggunakan rumus kimia sebagai berikut C15H31COOC30H61. Material utamanya adalah palmitate, palmitoleate, hydroxypalmitate dan oleate ( 30-32 karbon) dicampur alkohol dengan perbandingan triacontanyl palmitate CH3(CH2)29O-CO-(CH2)14CH3 to cerotic acid[5] CH3(CH2)24COOH. Perbandingan antara kedua material utama tersebut 6:1. Dapat disimpulkan kompposisi beewax itu sendiri kerap digunakan dalam industri sebagai:
  1. Wax untuk penghilang rambut halus.
  2. Bahan pelapis pengawet makanan.
  3. Paschal candle (lilin Ester untuk gereja, biasa digereja katolik)
  4. Bahan utama pengkilat sepatu.
  5. Bahan pengkilap furniture.
  6. Bahan utama pembuat malam (lilin yang digunakan sebagai bahan untuk melukis batik)
  7. Dan lain sebagainya.
Jika seandainya kita mengkonsumsi propolis yang masih mengandung beewax – walaupun dalam skala kecil – dapat menimbulkan disfungsi tubuh total, dimulai dari gagalnya fungsi ginjal dalam membedakan racun dan vitamin untuk tubuh.

0 comments

Post a Comment