Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stem cell)
Sel punca, sel induk, sel batang (bahasa Inggris: stem cell) merupakan
selyang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk
berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.Sel punca juga
berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah
rusak demi kelangsungan hidup organisme.[rujukan?] Saat sel punca terbelah, sel
yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari
jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah
atau sel otak.
Sel induk embrio tikus.
Sel punca memiliki dua sifat penting yang sangat berbeda dengan sel yang
lain:
Sel punca belum merupakan sel dengan spesialisasi fungsi tetapi dapat
memperbaharui diri dengan pembelahan sel bahkan setelah tidak aktif dalam waktu
yang panjang.
Dalam situasi tertentu, sel punca dapat diinduksi untuk menjadi sel
dengan fungsi tertentu seperti sel jaringan maupun sel organ yang mempunyai
tugas tersendiri. Pada sumsum tulang dan darah tali pusar (bahasa Inggris:
umbilical cord blood), sel punca secara teratur membelah dan memperbaiki
jaringan yang rusak, meski demikian pada organ lain seperti pankreas atau hati,
pembelahan hanya terjadi dalam kondisi tertentu.[1]
Peneliti medis meyakini bahwa penelitian sel punca berpotensi untuk
mengubah keadaan penyakit manusia dengan cara digunakan memperbaiki jaringan
atau organ tubuh tertentu. Namun demikian, hal ini tampaknya belum dapat
benar-benar diwujudkan dewasa ini.
Penelitian sel punca dapat dikatakan dimulai pada tahun 1960-an setelah
dilakukannya penelitian oleh ilmuwan Kanada, Ernest A. McCulloch dan James E.
Till.
Sel-sel induk dapat digolongkan berdasarkan potensi yang dimiliki oleh
sel tersebut maupun berdasarkan asalnya
Berdasarkan potensi
·
Sel induk ber-totipotensi (toti=total)
adalah sel induk yang memiliki potensi untuk berdiferensiasi menjadi semua
jenis sel, yaitu sel ekstraembrionik, sel somatik, dan sel seksual Jenis sel
ini dapat bertumbuh menjadi organisme baru bila diberikan dukungan maternal
yang memadai. Sel induk bertotipotensi diperoleh dari sel induk embrio, hasil
pembuahan sel telur oleh sel sperma.[
·
Sel induk ber-pluripotensi (pluri=jamak)
adalah sel-sel yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel dalam tubuh,
namun tidak dapat membentuk suatu organisme baru
·
Sel induk ber-multipotensi adalah
sel-sel yang dapat berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel dewasa.
·
Sel induk ber-unipotensi (uni=tunggal)
adalah sel induk yang hanya dapat menghasilkan satu jenis sel tertentu, tetapi
memiliki kemampuan memperbarui diri yang tidak dimiliki oleh sel yang bukan sel
induk
Berdasarkan asalnya
Sel punca embrio (embryonic stem cells)
Sel induk ini diambil dari embrio pada fase blastosit (5-7 hari setelah
pembuahan). [2] Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung sel-sel induk
embrionik. [2] Sel-sel diisolasi dari massa sel bagian dalam dan dikultur
secara in vitro. [2] Sel induk embrional dapat diarahkan menjadi semua jenis
sel yang dijumpai pada organisme dewasa, seperti sel-sel darah, sel-sel otot,
sel-selhati, sel-sel ginjal, dan sel-sel lainnya. [2]
Sel germinal/benih embrionik (embryonic germ cells)
Sel germinal/benih (seperti sprema/ovum) embrionik induk/primordial
(primordial germ cells) dan prekursor sel germinal diploid ada sesaat pada
embrio sebelum mereka terasosiasi dengan sel somatik gond dan kemudian menjadi
sel germinal[2]. Sel germinal embrionik manusia/human embryonic germ cells
(hEGCs) termasuk sel punca yang berasal dari sel germinal primordial dari janin
berumur 5-9 minggu.[rujukan?] Sel punca jenis ini memilki sifat
pluripotensi[2].
Sel punca fetal
Sel punca fetal adalah sel primitif yang dapat ditemukan pada organ-organ
fetus (janin) seperti sel punca hematopoietik fetal dan progenitor kelenjar
pankreas. [2] Sel punca neural fetal yang ditemukan pada otak janin menunjukkan
kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel neuron dan sel glial (sel-sel
pendukung pada sistem saraf pusat). [2] Darah, plasenta, dan tali pusat janin
kaya akan sel punca hematopoietik fetal. [2]
Sel induk mesenkima
Sel punca dewasa (adult stem cells)
Sel punca dewasa mempunyai dua karakteristik.[rujukan?] Karakteristik
pertama adalah sel-sel tersebut dapat berproliferasi untuk periode yang panjang
untuk memperbarui diri.[rujukan?] Karakteristik kedua, sel-sel tersebut dapat
berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai karakteristik
morfologi dan fungsi yang spesial.
Sel induk hematopoietik
Salah satu macam sel induk dewasa adalah sel induk hematopoietik
(hematopoietic stem cells), yaitu sel induk pembentuk darah :yang mampu
membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah yang
sehat.[rujukan?] Sumber sel induk hematopoietik adalah sumsum :tulang, darah
tepi, dan darah tali pusar.[rujukan?] Pembentukan sel induk hematopietik
terjadi pada tahap awal embriogenesis, yaitu dari mesoderm dan disimpan pada
situs-situs spesifik di dalam embrio[3].
Sel punca mesenkimal
Sel induk mesenkimal/ mesenchymal stem cells (MSC)dapat ditemukan pada
stroma sumsum tulang belakang, periosteum, lemak, dan kulit. [4] MSC termasuk
sel induk multipontensi yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel tulang,
otot, ligamen, tendon, dan lemak. [4] Namun ada beberapa bukti yang menyatakan
bahwa sebagian MSC bersifat pluripotensi sehingga tidak hanya dapat berubah
menjadi jaringan mesodermal tetapi juga endodermal. [5]
Sel induk mesenkimal
Sel punca kanker (cancer stem cells)
Sel punca kanker adalah sel yang mengaktivasi lintasan onkogenik berupa
tumorigenesis yang membuat sel normal mengalami fase inisiasi tumor, namun sel
punca kanker tidak memiliki sifat tumorigenik.[6] Dari data terakhir, ditemukan
keberadaan sel punca kanker pada berbagai jenis kanker seperti leukimia, kanker
payudara, kanker otak, kanker otak, kanker usus besar dan kanker kulit. Sel
puncakanker pankreas memiliki kluster diferensiasi CD44, CD24 dan
epithelial-specific antigen, selain SDF-1 (stromal cell-derived factor 1)/CXCR4
untuk bermigrasi seperti sel punca normal,[7] serta ekspresi genetik lebih
tinggi dari sel punca normal, seperti gen BMI-1 danSHH (Sonic hedgehog) untuk
memperbaharui diri,[8]
Transplantasi sel punca
Transplantasi sel induk dapat berupa
·
Transplantasi autologus (menggunakan sel
induk pasien sendiri, yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi dosis
tinggi)
·
Transplantasi alogenik (menggunakan sel
induk dari donor yang cocok, baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan
keluarga), atau
·
transplantasi singenik(menggunakan sel
induk dari saudara kembar identik.
Jenis-jenis transplantasi sel punca
Menurut sumbernya transplantasi sel induk dapat dibagi menjadi:
Transplantasi sel punca dari sumsum tulang (bone marrow
transplantation)
Sumsum tulang adalah jaringan spons yang terdapat dalam tulang-tulang
besar seperti tulang pinggang, tulang dada, tulang punggung, dan tulang
rusuk.[rujukan?]
Sumsum tulang merupakan sumber yang kaya akan sel induk
hematopoietik.[rujukan?] Sejak dilakukan pertama kali kira-kira 30 tahun yang
lalu, transplantasi sumsum tulang digunakan sebagai bagian dari pengobatan
leukemia, limfoma jenis tertentu, dan anemiaaplastik.[rujukan?] Karena teknik
dan angka keberhasilannya semakin meningkat, maka pemakaian transplantasi
sumsum tulang sekarang ini semakin meluas.[rujukan?]
Pada transplantasi ini prosedur yang dilakukan cukup sederhana, yaitu
biasanya dalam keadaan teranestesi total.[rujukan?] Sumsum tulang (sekitar 600
cc) diambil dari tulang panggul donor dengan bantuan sebuah jarum suntik
khusus, kemudian sumsum tulang itu disuntikkan ke dalam vena
resipien.[rujukan?] Sumsum tulang donor berpindah dan menyatu di dalam tulang
resipien dan sel-selnya mulai berproliferasi.[rujukan?]
Pada akhirnya, jika semua berjalan lancar, seluruh sumsum tulang resipien
akan tergantikan dengan sumsum tulang yang baru.[rujukan?] Namun, prosedur
transplantasi sumsum tulang memiliki kelemahan karena sel darah putih resipien
telah dihancurkan oleh terapi radiasi dan kemoterapi.[rujukan?] Sumsum tulang yang
baru memerlukan waktu sekitar 2-3 minggu untuk menghasilkan sejumlah sel darah
putih yang diperlukan guna melindungi resipien terhadap infeksi.[rujukan?]
Transplantasi sumsum tulang memerlukan kecocokan HLA 6/6 atau paling tidak
5/6.[rujukan?]
Risiko lainnya adalah timbulnya penyakit GvHD, di mana sumsum tulang yang
baru menghasilkan sel-sel aktif yang secara imunologi menyerang sel-sel
resipien.[rujukan?] Selain itu, risiko kontaminasi virus lebih tinggi dan
prosedur pencarian donor yang memakan waktu lama.[rujukan?]
Transplantasi sel punca darah tepi (peripheral blood stem cell
transplantation)
Seperti halnya sumsum tulang, peredaran darah tepi merupakan sumber sel
induk walaupun jumlah sel induk yang dikandung tidak sebanyak pada sumsum
tulang.[rujukan?] Untuk mendapatkan jumlah sel induk yang jumlahnya mencukupi
untuk suatu transplantasi, biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony
stimulating factor (G-CSF) untuk menstimulasi sel induk hematopoietik bergerak
dari sumsum tulang ke peredaran darah.[rujukan?]
Transplantasi ini dilakukan dengan proses yang disebut
aferesis.[rujukan?] Jika resipien membutuhkan sel induk hematopoietik, pada
proses ini darah lengkap diambil dari donor dan sebuah mesin akan memisahkan
darah menjadi komponen-komponennya, secara selektif memisahkan sel induk dan
mengembalikan sisa darah ke donor.[rujukan?]
Transplantasi sel induk darah tepi pertama kali berhasil dilakukan pada
tahun 1986.[rujukan?] Keuntungan transplantasi sel induk darah tepi adalah
lebih mudah didapat.[rujukan?] Selain itu, pengambilan sel induk darah tepi
tidak menyakitkan dan hanya perlu sekitar 100 cc.[rujukan?] Keuntungan lain,
sel induk darah tepi lebih mudah tumbuh.[rujukan?] Namun, sel induk darah tepi
lebih rentan, tidak setahan sumsum tulang.[rujukan?] Sumsum tulang juga lebih
lengkap, selain mengandung sel induk juga ada jaringan penunjang untuk
pertumbuhan sel. Karena itu, transplantasi sel induk darah tepi tetap perlu
dicampur dengan sumsum tulang
Transplantasi sel induk darah tali pusat
Pada tahun 1970-an, para peneliti menemukan bahwa darah plasenta manusia
mengandung sel induk yang sama dengan sel induk yang ditemukan dalam sumsum
tulang.[rujukan?] Karena sel induk dari sumsum tulang telah berhasil mengobati
pasien-pasien dengan penyakit-penyakit kelainan darah yang mengancam jiwa
seperti leukemia dan gangguan-gangguan sistem kekebalan tubuh, maka para
peneliti percaya bahwa mereka juga dapat menggunakan sel induk dari darah tali
pusat untuk menyelamatkan jiwa pasien mereka.
Darah tali pusat mengandung sejumlah sel induk yang bermakna dan memiliki
keunggulan di atas transplantasi sel induk dari sumsum tulang atau dari darah
tepi bagi pasien-pasien tertentu.[rujukan?] Transplantasi sel induk dari darah
tali pusat telah mengubah bahan sisa dari proses kelahiran menjadi sebuah
sumber yang dapat menyelamatkan jiwa.
Transplantasi sel induk darah tali pusat pertama kali dilakukan di
Perancis pada penderita anemia Fanconi tahun 1988.[rujukan?] Pada tahun 1991,
darah tali pusat ditransplantasikan pada penderita Chronic Myelogenous
Leukemia.[rujukan?] Kedua transplantasi ini berhasil dengan baik. Sampai saat
ini telah dilakukan kira-kira 3.000 transplantasi darah tali pusat
0 comments
Post a Comment